Thursday, October 4, 2012

Tak Kenal Maka Tak Sayang...







   Membaca, aktivitas yang memiliki segudang manfaat namun minim peminat, apakah termasuk kamu salah satunya??. Jika iya maka itu hal yang sama yang dirasakan oleh hampir 999 dari 1000 penduduk di Indonesia tak terkecuali remaja (oops :'( menyedihkam!)

Apa itu MEMBACA??
   Membaca adalah suatu cara untuk mendapatkan informasi dari sesuatu yang ditulis. Membaca melibatkan pengenalan simbol yang menyusun sebuah bahasa. Membaca dan mendengar adalah 2 cara paling umum untuk mendapatkan informasi. Informasi yang didapat dari membaca dapat termasuk hiburan, khususnya saat membaca cerita fiksi atau humor.
   Sebagian besar kegiatan membaca sebagian besar dilakukan dari kertas. Batu atau kapur di sebuah papan tulis bisa juga dibaca. Tampilan komputer dapat pula dibaca.
Membaca dapat menjadi sesuatu yang dilakukan sendiri maupun dibaca keras-keras. Hal ini dapat menguntungkan pendengar lain, yang juga bisa membangun konsentrasi kita sendiri. 
(http://id.wikipedia.org/wiki/Membaca)
Singkatnya membaca itu proses mengumpulkan informasi melalui mata yang ditransferkan ke otak dan diolah menjadi sebuah informasi.

SETIAWAN HARTADI, Pustakawan STIE Perbanas Surabaya mengungkapkan"Negara disebut maju dan berkembang kalau penduduknya atau masyarakatnya mempunyai minat baca yang tinggi dengan dibuktikan dari jumlah buku yang diterbitkan dan jumlah perpustakaan yang ada di negeri tersebut". Lalu bagaimana dengan Indonesia sendiri??

Minat Baca Masyarakat Indonesia Rendah, Mengapa? 
 
   Berdasarkan hasil survei UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) menunjukkan bahwa minat baca masyarakat yang paling rendah di ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) adalah negara Indonesia (“Minat Baca Masyarakat Indonesia Paling Rendah di ASEAN”, Warta Online, 26 Januari 2011). Rendahnya minat baca ini dibuktikan dengan indeks membaca masyarakat Indonesia yang baru sekitar 0,001, artinya dari seribu penduduk, hanya ada satu orang yang masih memiliki minat baca tinggi. Angka ini masih sangat jauh dibandingkan dengan angka minat baca di Singapura yang memiliki indeks membaca sampai 0,45 (“Galakkan Baca Buku untuk Kemajuan Bangsa”, Media Indonesia, 17 Mei 2010).
   Lebih lanjut, Media Indonesia menyebutkan bahwa menurunnya minat baca masyarakat Indonesia tidak terlepas dari kurangnya kesadaran publik akan arti penting membaca bagi peningkatan kemampuan dan kesejahteraan diri maupun bangsa. Selain itu, maraknya media elektronik (televisi dan internet) yang kebanyakan berisi tayangan hiburan, pornografi, iklan komersial, dan hal-hal hedonistis lainnya menjauhkan masyarakat dari budaya membaca. Faktor lain yang menyebabkan rendahnya minat baca masyarakat Indonesia adalah kondisi ekonomi masyarakat Indonesia. Kondisi ekonomi menyebabkan akses masyarakat terhadap buku-buku bermutu semakin sulit, karena untuk memenuhi kebutuhan pangan pokok sehari-hari sudah kesulitan, apalagi membeli koran, buku, atau bacaan lainnya. Komitmen pemerintah menyediakan buku dan bahan bacaan yang berkualitas dan murah, perpustakaan umum, juga masih rendah.
   Rendahnya minat baca ini akan mempengaruhi kualitas bangsa Indonesia, karena masyarakat Indonesia tidak bisa mengetahui dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi di dunia, di mana pada ahirnya akan berdampak pada ketertinggalan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, agar bangsa Indonesia dapat mengejar kemajuan yang telah dicapai oleh negara-negara tetangga, perlu menumbuhkan minat baca sejak dini sebagai salah satu upaya penanaman rasa senang membaca pada diri individu. 

   Penumbuhan minat baca sejak dini ini dilakukan sejak masyarakat Indonesia mulai dapat membaca. Penumbuhan minat baca sejak dini, diharapkan bisa meningkatkan budaya membaca masyarakat Indonesia.

   Oleh karena kenyataan inilah kami pemuda-pemudi generasi bangsa merasa ikut bertanggung jawab untuk ikut membantu meningkatkan minat baca bangsa Indonesia khususnya yang berada di wilayah Kecamatan Ciawi - kabupaten tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Dengan merintis sebuah perpustakaan umum yakni "PERPUSTAKAAN UMUM CIAWI" yang dibangun pada Agustus 2010 lalu yang beralamat di Jl. Kusnadi belanegara No.07 Rt 01/01 ciawi, Kota Tasikmalaya 46156. semoga dengan sedikit gerakan dari kami bisa kembali meningkatkan gairah membaca sekaligus mencerdaskan kehidupan masyarakat, meski kenyataan dunia digital tengah merongrong namun bukan alasan untuk berhenti membaca.(@litz)

"Buka Panto Dunya, Perangan Kabodoan Ku cara Maca"